Sabtu, 26 Juni 2010

Anatomi Fisiologi Sistem Penginderaan

ANATOMI FISIOLOGI
SISTEM PENGINDERAAN

PENGLIHATAN

• Mata : struktur sferis berisi cairan yg dibungkus oleh 3 lapisan, urutan dari paling luar ke paling dalam.
• Sklera : yang membentuk bagian putih mata.
• Kornea : ke arah depan , lapisan luar adalah kornea, transparan tempat lewatnya berkas cahaya ke interior mata.

LAPISAN MATA :

• Koroid : lapisan tengah di bawah sclera, yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluh darah untuk memberi makan retina
• Lapisan Koroid di sebelah anterior mengalami spesialisasi untuk membentuk badan ( korpus ) siliaris dan iris
• Retina : lapisan paling dalam di bawah koroid , terdiri dari lapisan pigmen di luar dan lapisan jaringan saraf di dalam . Retina mengandung sel batang dan sel kerucut ,fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf.
• Bagian dalam mata terdiri dari dua rongga berisi cairan yg dipisahkan oleh sebuah lensa, jernih agar cahaya bisa menembus kornea ke retina.
Gambar Struktur Bola Mata :

RONGGA MATA

• Anterior ( depan ) antara kornea dan lensa, cairan encer jernih, disebut aqueous humor,
• Di posterior ( belakang ) antara lensa dan retina, cairan seperti gel disebut vitreous humor.
• Aqueous humor mengandung zat gizi untuk kornea dan lensa, vitreous humor, untuk memprtahankan bentuk bola mata yg sferis.
• Aquaeous humor dibentuk oleh jaringan kapiler di dalam korpus siliaris.

MATA

Gambar Reseptor Mata :
Gambar Rongga pada Mata :

• Struktur yang penting dalam kemampuan refraksi ( pembelokan berkas cahaya ) adalah Kornea dan Lensa.
• Lensa mempunyai kemampuan untuk memfokuskan sinar jauh maupun dekat agar tepat jatuh di retina yg disebut akomodasi, yg diatur oleh otot siliaris. Otot siliaris memiliki dua komponen utama : otot siliaris dan jaringan kapiler yang menghasilkan aqueous humor. Otot siliaris , otot polos yg melekat ke lensa melalui ligamentum suspensorium.



FOTORESEPTOR
Ada tiga bagian:

1. Segmen luar ,menghadap ke koroid mendeteksi rangsang cahaya. Rodopsin , fotopigmen sel batang tidak dapat membedakan panjang gelombang sehingga memberi gambaran abu-abu. Fotopigmen di sel kerucut merah, hijau dan biru, sehingga penglihatan warna bisa terjadi.
2. Sebuah segmen dalam, terletak di pertengahan panjang gelombang mengandung perangkat metabolic sel
3. Sebuah terminal sinaps, paling dekat dengan interior mata ,menghadap neuron bipolar dan menyalurkan sinyal.

ANATOMI FISIOLOGI TELINGA

TELINGA DIBAGI MENJADI 3 BAGIAN
• TELINGA LUAR
• TELINGA TENGAH
• TELINGA DALAM

TELINGA LUAR
TERDIRI DARI
• AURIKEL (PINNA)
TERBUAT DARI KARTILAGO YANG DIBUNGKUS OLEH KULIT
• SALURAN (CANAL)
TEROWONGAN YANG MASUK KE DALAM TULANG TEMPORAL
• TERDAPAT KELENJAR CERUMEN (YG BERFUNGSI UNTUK MENJAGA GENDANG TELINGA LENTUR DAN MENANGKAP DEBU)

TELINGA TENGAH

• TERDAPAT RONGGA UDARA DALAM TULANG TEMPORAL
• GENDANG TELINGA, BERGETAR SAAT ADANYA GELOMBANG UDARA
• GELOMBANG UDARA DISALURKAN MELALUI 3 TULANG AUDITORY; MALLEUS, INCUS, STAPES. STAPES MEYALURKAN TRANSMISI GETAR KE TELINGA DALAM YANG BERISI CAIRAN PADA OVAL WINDOW
• TUBA EUSTACHIAN ATAU SALURAN AUDITORY MRP SAMBUNGAN DARI TELINGA TENGAH KE NASOPHARING

TELINGA DALAM

• TELINGA DALAM MRP RONGGA DI DALAM TULANG TEMPORAL DIKENAL DENGAN TULANG LABIRINT.
• CAIRAN ANTARA TULANG DAN MEMBRAN DISEBUT CAIRAN PERILIMPH DAN YANG TERDAPAT DI DALAM MEMBRAN DISEBUT CAIRAN ENDOLIMPH
• STRUKTUR MEMBRAN DISEBUT COCHLEA YANG BERKAITAN DENGAN PENDENGARAN DAN UTRICLE, SACCULE, SEMI CIRCURAL CANAL BERKAITAN DENGAN KESEIMBANGAN
• TELINGA DALAM
• COCHLEA BERBENTUK SEPERTI RUMAH SIPUT YANG TERDIRI DARI 3 SALURAN.
• SALURAN TENGAH BERISI ORGAN RESEPTR UNTUK PENDENGARAN YAITU ORGAN CORTI (ORGAN SPIRAL) RESEPTOR INI DIKENAL SEBAGAI SEL RAMBUT YANG BERISI AKHIR SARAF KRANIAL 8.
• PROSES PENDENGARAN
• PROSES PENDENGARAN MELIPUTI TRANSMISI GETAR DAN IMPULS SARAF, KETIKA GEL.SUARA MASUK KE SALURAN TELINGA, GETARAN DISAMPAIKAN MELALUI: GENDANG TELINGA, MELLEU, INCUS, STAPES, OVAL WINDOW, PERILIMPH, ENDOLIMPH DALAM COCHLEA DAN SEL RAMBUT DARI ORGAN CORTI
• DARI SEL RAMBUT DIHASILKAN IMPULS YANG DIBAWA OLEH SARAF VIII KE OTAK.
• AREA AUDITORY UNTUK PENDENGARAN DAN INTERPRETASI ADA DI LOBUS EMPORAL CORTEX SEREBRI.
• KESEIMBANGAN
• UTRICLE DAN SACCULE MRP MEMBRAN ANTARA COCHLEA DAN SEMICIRCULAR CANAL, YG BERISI SEL RAMBUT YANG MENEMPEL PADA STRUKTUR GELATIN TDD: OTOLITH DAN KRISTAL CALCIUM KARBONAT
• SEL RAMBUT BENGKOK SBG RESPON THD PENARIKAN GRAVITASI PADA OTOLITH SBG AKIBAT DARI PERUBAHAN POSISI KEPALA
• IMPULS DIHASILKAN DAN DIBAWA OLEH CABANG VESTIBULAR SARAF CRANIAL VIII KE CEREBELLUM, OTAK TENGAH DAN LOBUS TEMPORAL CEREBRUM
• CEREBELLUM DAN OTAK TENGAH MENGGUNAKAN INFORMASI INI UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN

STRUKTUR TELINGA

• Telinga luar dan tengah, menyalurkan gelombang suara dari udara ke telinga dalam yang berisi cairan, untuk memperkuat energi suara.
• Telinga dalam berisi dua system sensorik yang berbeda : kohlea mengandung reseptor yg mengubah gelombang suara menjadi impuls saraf sehingga kita bisa mendengar dan apparatus vestibularis, yg penting untuk sensasi keseimbangan.

• Telinga luar dan tengah mengubah gelombang suara dari hantaran udara menjadi getaran cairan di telinga dalam.
• Telinga luar :
1. Pina
2. Meatus auditorius eksternus
3. Membran timpani

• Pina :
Suatu lempeng tulang rawan yg dibungkus kulit, mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke saluran telinga bagian dalam.

• Meatus auditorius eksternus :
Merupakan saluran yg dijaga oleh rambut2 rambut halus. Kulit yg melapisi saluran telinga mengandung kelenjar keringat yg menghasilkan serumen.

• Membran timpani :
Membran tipis yg teregang menutupi pintu masuk ketelinga tengah

• Tuba eustachii :
Yang menghubungkan telinga tengah ke faring. Dalam keadan tertutup, tapi dapat dibuat terbuka, bila mengunyah, menguap atau menelan.

• Telinga tengah :
Memindahkan getaran dari membrane timpani ke cairan telinga dalam. Pemindahan lebih mudah krn ada tulang maleus, incus dan stapes.Maleus melekat ke membran timpani, dan stapes melekat ke jendela oval.

PENGECAPAN DAN PENGHIDU

• Pada mata fotoreseptor dan telinga mekanoreseptor, reseptor untuk pengecapan dan penghidu adalah kemoreseptor yang akan menghasilkan sinyal saraf bila berikatan dengan zat kimia tertentu.

INDERA PENGECAPAN
( GUSTASI )

• Kemoreseptor untuk sensasi pengecapan terkemas dalam papil-papil pengecap ( taste buds ) yang dalam rongga mulut dan tenggorokan ,persentasi terbesar berada di permukaan atas lidah.

• Setiap papil pengecap terdiri dari 50 sel reseptor yg terkemas dengan sel penunjang. Setiap papil memiliki sebuah lubang kecil , pori-pori pengecap, tempat berkontaknya cairan dalam mulut dengan permukaan sel reseptor.

• Sel-sel reseptor pengecapan adalah sel epitel termodifikasi dengan banyak lipatan permukaan, atau mikrovili yang menonjol melalui pori-pori pengecap, untuk meningkatkan luas permukaan sel yang terpajan.

• Sel-sel papil pengecap ,karena sering terpajan zat-zat kimia sehingga memiliki masa hidup 10 hari.

• Ujung-ujung terminal aferen beberapa saraf cranial bersinap dengan papil-papil pengecap . Sinap ini dikirimkan melalui perhentian-perhentian sinap di batang otak dan thalamus ke daerah gustatorik kortek di lobus parietalis yg dekat dengan daerah lidah kortek somatosensorik.

• Jalur gustatorik sebagian besar tidak menyilang. Batang otak juga memproyeksikan serat saraf ke hipotalamus dan system limbic.

• Empat rasa utama asin, masam, manis dan pahit.
LIDAH

• Mukosa olfaktorius, yang terletak di langit-langit rongga hidung, mengandung tiga jenis sel : reseptor olfaktorius, sel penunjang dan sel basal.

• Sel penunjang mengeluarkan mucus

• Sel-sel basal, prekusor untuk sel-sel reseptor olfaktorius yang baru, yang diganti setiap 2 bulan

• Reseptor olfaktorius merupakan ujung-ujung neuron aferen khusus, bukan sel tersendiri. Neuron keseluruhan, termasuk akson aferen yang menuju otak diganti. Sel-sel ini merupakan satu-satunya sel yang mengalami pembelahan sel. Akson-akson sel reseptor secara kolektif membnetuk saraf olfaktorius.


• Bagian reseptor dari sel reseptor olfaktorius terdiri dari sebuah kepala yang menggembung dan berisi beberapa silia panjang yang meluas ke permukaan mukosa. Silia ini mengandung tempat pengikatan untuk melekatnya berbagai molekul odoferosa ( pembentuk bau ).

• Agar dapat dibaui bahan harus : mudah menjadi gas dan mudah larut air sehingga dapat larut ke dalam lapisan mucus.

• Serat-serat aferen berjalan melalui lubang-lubang halus di lempeng tulang datar yang memisahkan mukosa olfaktorius dari jaringan otak di atasnya. Serat-saerat saraf tersebut segera bersinap di bulbus olfaktorius.

• Serat saraf yang keluar dari bulbus olfaktorius berjalan melalui dua rute

o Rute subkortikal yang terutama menuju sistem limbik, khususnya media lobus temporalis (kortek olfaktorius primer), dianggap satu-satunya jalur penghidu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar